SELAMAT DATANG

Selamat datang di blog saya, semoga anda diberkati, Tuhan Yesus mengasihi anda.
Jika membutuhkan pelayanan saya silahkan menghubungi email dave_kandar@yahoo.com; atau Hp. 0813-6409-5029.

Tentang saya

My photo
Pelayanan di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Getsemani Binjai Sumatera Utara sebagai asistan gembala sidang dan gembala Pos Pelayanan di Brahrang (2004-2011). Gembala Sidang GMI Damai Sejahtera Jakarta Barat (2011-2013). Asistan gembala sidang di GMI Anugerah Batam (2013-2014). Gembala Sidang GMI Kana Marelan (2014-2015). Pimpinan Perguruan PKMI Methodist-10 TK-SD-SMP Belawan (2015-2018). Asistan Pimpinan Jemaat GMI Kanaan Medan (2018-2019). Pimpinan Perguruan PKMI 2 Kisaran Asahan (2019-2021). Gembala Sidang GMI Kanaan Medan (2021-2022). Pimpinan Perguruan PKMI Pangkalan Brandan dan Gembala Sidang GMI Pangkalan Brandan (2022- sekarang) Tinggal di Pangkalan Brandan Langkat dan melayani bersama istri Pdt. Delima Li En dan dikaruniai seorang anak Daud Kharis Delvidson Kandar.

Blog Archive

Sunday, March 30, 2008

Album Malam pemulihan II

Inilah Foto-Foto Malam Pemulihan II "Kasih yang Sempurna" KKR Paskah Pos Pelayanan Methodist Brahrang





Suasana KKR


Pdt. Haris P. Siagian sebagai Pembicara yang di Urapi TuhanPersonel Acara : Asen (Song Leader), Helius (Keyboardist), Ev Bertland dan Ev. Juliana (Singers)












Tuesday, March 18, 2008

"AKSI DONOR DARAH" GEREJA METHODIST INDONESIA GETSEMANI BINJAI

Dalam memperingati dan mengenang pengorbanan dan karya kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib sebagai bukti "KASIH"nya. GMI Getsemani BinjaI ingin juga merealisasikan "KASIH" yang telah dianugerahkan kepada anak-anak Tuhan dalam Persekutuan GerejaNYa. Maka bertepatan dengan Perayaan Paskah 23 Maret 2008, GMI Getsemani mengadakan Aksi DONOR DARAH di PKMI GETSEMANI BINJAI. Aksi ini dimuali dengan membagikan Brosur ke beberapa Gereja diantaranya HKBP, GBKP, GMI SILOAM. Dan juga kepada siswa-siswi PKMI Binjai, dan juga dengan memasang enam spanduk ditempat-tempat strategis.

Diharapkan dengan memasyrakatkan acara ini, banyak peminat untuk mendonorkan darahnya sebagai wujud kepedulian masyarakat secara khusus umat Kristiani yang telah mendapatkan anugerah KASIH Allah dlam Acara Paskah ini.

Bagi yang membaca blog ini, dan ingin ikut serta mendonorkan darahnya dapat datang ke PKMI Binjai Jl Jend. Sudirman 136 Binjai pada hari Minggu, 23 Maret 2008 dari Pk. 09.00-15.00. Terimakasih. Tuhan Yesus Memberkati.

Sunday, March 16, 2008

Acara retreat bersama Pos Pelayanan GMI Brahrang dan Persekutuan Rumah Tangga (PDRT) Kampung Tanjung

Sukses,thanks GOD!!!!!!!!!!!!!!!!!!, itulah kalimat pertama ketika aku tiba dikamarku, dan menuliskan kalimat demi kalimat draft ini.
ya Sukses untuk God acara tersebut, walaupun dalam keterbatasan para koordinator (Pdt. Sudiharto, Ibu dan aku sendiri), serta para pembina yang ikut dalam acara (Ev. Rosey N70, Ev Bertland) dan aktivis (Ishak, Raras, Li hong), serta Pdt. Haris Siagian sebagai pembicara.

Acara dimulai dengan waktu yang tepat, Pk. 12.00 rombongan PDRT Kampung Tanjung Take Off dari PKMI Binjai dengan 3 Bus besar PKMI, dan 1 Mobil Kijang, sedangkan 1 Bus besar yang khusus membawa rombongan Pos Pelayanan Brahrang sudah tiba terlebih dahulu di tempat tujuan untuk acara yaitu Pantai SB Brahrang.
Sampai ditempat itu, kami memulai dengan Ibadah, puji-pujian dipimpin oleh Ev. Bertlan dengan Gitaris Sdr. Ishak, dan Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Haris Siagian. Setelah Ibadah dilanjutkan dengan acara makan siang bersama sesuai dengan menu yang dibawa masing masing tentunya dengan selera masing-masing. Setelah makan siang diisi dengan acara bebas, ada yang berenang disungai, ada yang hanya gobrol dan duduk duduk di pondok,
ada juga yang tidur (siapa ya... eh ternyata gitaris kita,, kenapa ??kecapekan ya??)he he he
khusus Yong Dim sekeluarga mereka mengadakan acara panggang kepiting, ayam dan sosis serta lain lagi, ikut bergabung juga di dalam keluarga Yong Dim: aku, ibu Pdt, Anna,and gak lupa si "Scott" Charlie. (mana Rory , ternyata Rory sedang asyik berenang, mungkin kali pertama ia berenang di sungai Brahrang, kapan lagi ya sebelum pulang ke Canada he he he).
Acara bebas selesai Pk. 15.30 dan kami berkumpul kembali, untuk persiapan pulang, tetapi sebelum pulang ada acara lagi yang dibawakan oleh Ishak, apa itu?? acara yang mirip-mirip "Fear Factor" mungkin... tetapi asyik juga walaupun acara hanya setengah jalan karena dilanda hujan.. (Gak apa ya lain kali lagi kan bisa). Setelah acara itu, dimulailah acara yang ditunggu-tunggu Lucky Draw, ada 5 hadiah disediakan dan hadiah utama adalah Kipas angin yang dipersembahkan oleh alah seorang anak Tuhan. Habis acara tersebut kami pulang....tentunya dengan kecapekan tetapi juga dengan kesan masing-masing...

Special thanks buat : Pdt. Haris Siagian, Para hamba Tuhan yang ikut (Ev. Rossey N70, Ev. Bertlan), Aktivis (Li Hong, Ishak, Raras), dan semua partisipan, khususnya yang sudah jadi donatur untuk Lucky draw..eh gak lupa juga thanks buat yang punya Pantai SB, sudah memberikan discon lebih dari 50% buat tiket masuk kami. Tuhan Yesus memberkati semuanya.

(Foto-foto acara menyusul....)

"Kualifikasi Pelayanan Paulus"

Khotbah Minggu 16 Maret 2008 yang disampaikan oleh Pdt. Sudiharto, S.Th di GMI Getsemani Binjai bertemakan "Kualifikasi Pelayanan" yang diambil dari teks Firman Tuhan II Korintus 3:1-6 sangat memberkatiku, bagaimana ditengah tantangan tantangan dalam pelayanan, ditengah penolakan akan keberadaan pelayanan, ditengah "badai gelombang" pelayanan, bahkan ditengah keegoisan manusia dan penilaian pribadi manusia terhadap seorang hamba Tuhan. maka diwaktu itulah kita sebagai harus dapat mengasihi mereka atau orang-orang yang menilai negatif terhadap pelayanan seorang hamba Tuhan.

Seperti Paulus, ditengah tantangan terhadap dirinya yang diperhadapkan kepada pernyataan segelintir orang pada saat itu yang menyatakan bahwa Paulus adalah bukan seorang rasul, dan ketidak percayaan orang-orang terhadap pelayanan Paulus,
tetapi Paulus memiliki "Kualifikasi pelayanan" yang baik sebagai seorang hamba Tuhan yang patut diteladani. Dia tidak membenci orang-orang yang tidak mempercayainya, tetapi ia (Paulus) malah mengasihi orang tersebut, karena Paulus meyakini bahwa "Kasih Kristus" ada dalam dirinya. mampukah aku secara pribadi seperti Paulus,
ataukah mampukah kita sebagai hamba-hamba Tuhan yang mungkin berada di dalam tantangan yang sama berlaku seperti Paulus?
Doaku secara pribadi "Mampukan aku ya Tuhanku". Amin

(Uraian diatas rangkuman yang dirangkum oleh Ev. David Kandar dari inti khotbah yang disampaikan oleh Pdt.Sudiharto, S.Th di GMI Getsemani Binjai, 16 Maret 2008)

"Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? 2Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 4Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 5Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan." (II Korintus 3:1-6)

Thursday, March 13, 2008

"Jesus, The Solid Rock Nats:"I Petrus 2:1-20

Ev. David Kandar
Pendahuluan

Alkitab sering memakai kata-kata figurative untuk menggambarkan suatu kebenaran. Salah satu kata-kata figurative itu adalah Personifikasi, atau mempersonkan Allah atau kebenarannya dengan berbagai benda. Tetapi perlulah diingat, bahwa penggambaran itu adalah suatu cara untuk mempermudah para pembaca Alkitab memahami siapa Allah atau kebenaran yang ingin disampaikan. Penggambaran itu biasanya dipakai melalui benda-benda yang dapat dikenal dan ditemukan atau dipakai oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Penggambaran itu hanya sebagai jembatan untuk menjelaskan arti suatu kebenaran. Benda atau medium yang dipakai sebagai analogi bagi Allah, secara hakiki tidak pernah dapat menggambarkan Allah secara utuh. Analogi jauh melebihi dari yang dianalogikan.

Alkitab memakai berbagai gambaran atau analogi untuk menjelaskan tentang pribadi atau sifat Allah. “ Tuhan adalah gembalaku, Allah bagaikan burung rajawali, dan lain-lain.
Dalam teks ini Tuhan Yesus Kristus sebagai batu karang. Apa yang ada dalam pikiran kita jika kita mendengar kata batu karang? Kata itu sebenarnya berbicara tentang sesuatu yang kokoh, tempat perlindungan atau tempat dimana orang percaya dapat berlindung. Dalam Perjanjian Lama dipakai istilah yang hampir sama mis. “Gunung batu” Tuhan Yesus sebagai batu karang yang teguh artinya setiap orang percaya harus berdiri di atas-Nya, sehingga ia akan selamat dan aman dari segala setiap bentuk gelombang kehidupan. Berbicara tentang Yesus sebagai batu karang yang teguh, Alkitab berbicara tentang fondasi atau dasar kehidupan manusia. Ada banyak dasar dalam kehidupan manusia, tetapi hanya Yesuslah dasar kehidupan yang sesungguhnya. Cerita Alkitab tentang dua orang yang membangun rumahnya di atas dasar yang berbeda, (Pasir dan batu), maka ketika badai aau banjir (tantangan kehidupan datang), bangunan yang dibangun di atas pasir, segera rubuh. Sebaliknya rumah yang dibagun di atas batu, tetap berdiri di tengah-tengah gelombang. (Mat.7:24-27)

Dalam teks kita, Yesus digambarkan sebagai batu, yang dibuang oleh tukang bangunan atau manusia pada umumnya, tetapi Ia dipilih oleh seorang arsitek dan dipakai menjadi batu penjuru yang mahal.
Sebenarnya dalam teks yang kita baca ada banyak dipakai istilah batu (batu penjuru, batu sandungan, batu sentuhan, batu hidup) tetapi istilah “batu karang” (band.. Mat.16:18) hanya muncul satu kali dalam teks, dan anehnya istilah batu ini sebanyak dua kali justru dihubungkan dengan orang yang jatuh karena menyadungnya.
Batu yang seharusnya bermanfaat untuk membangun, tetapi justru membuat manusia jatuh, mengapa? Karena orang-orang pada umumnya tidak percaya dan menghargai Yesus
Tetapi bagi orang yang percaya,Ia menjadi pribadi yang termahal yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Menjadi satu-satunya jalan keselamatan.

Dalam teks ini, selain Yesus digambarkan sebagai Batu karang, orang percaya (orang yang percaya kepada batu karang) digambarkan sebagai “batu hidup”. Batu ini bermanfaat untuk membangun suatu rumah rohani

Dari bagian-bagian firman Tuhan ini kita dapat mengajukan pertanyaan antara lain:
1 .Bagaimanakah caranya kita dapat berdiri teguh di atas batu karang itu (Yesus Kristus)?
2. Bagaimanakah hidup kita dapat menjadi batu hidup untuk pembangunan rumah rohani?


Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, kita akan melihatnya dalam bagian firman Tuhan ini.

1. Kita harus dilahirkan kembali.

Apa artinya dilahirkan kembali dan bagaimana caranya agar dapat dilahirkan kembali?

1. Dilahirkan kembali berarti dikuduskan oleh Roh, percaya kepada Yesus, mengalami karya Kristus. Dilahirkan kembali berarti memiliki hidup yang tidak dapat binasa, karena kita dilahirkan dari benih yang kekal yang tidak binasa (1:23) . Orang yang tidak percaya kepada Yesus adalah orang yang akan binasa, binasa dalam penghukuman, karena ia hanya dilahirkan dari benih yang dapat binasa (hanya dilahirkan dari benih manusia). Penafsiran yang salah terhadap Yesus, diperanakkan, Ia lahir sebagai manusia, tetapi Ia tidak prnah dilahirkan dari benih manusia tetapi dari benih Ilahi

- Orang yang lahir hanya satu kali (hanya lahir dari benih manusia,) maka ia akan mati dua kali. Mati secara fisik ketika ia dipanggil oleh pencipta-Nya, tetapi juga akan mati binasa dalam penghukuman yang kekal.

- Orang yang lahir dua kali (lahir dari benih manusia, tetapi juga dilahirkan oleh Roh Allah, karena ia percaya kepada Yesus) hanya mati satu kali, ketiak ia dipanggil Tuhan, dan kematian secar fisik itu justru sebagai pintu ke Rumah Bapa untuk menikmati hidup yang kekal.

Pertanyaan : Adakah di antara kita yang tidak takut mati? Mengapa kita takut mati, jika kematian itu (bagi orang yang percaya) merupakan jalan menuju kehidupan kekal ? Apakah kita takut mati karena, ketakutan yang biasa saja, atau kita takut mati karena kita memiliki keyakinan bahwa jika kita mati kita akan Mengalami kematian yang kekal?
Kalau kita mati hari ini kemana kita ? Atau pertanyaannya saya ubah, Siapakah diantara kita yang hadir pada saat ini yang telah percaya kepada Yesus? (angkat tangan).
Bagi yang mengangkat tangan, jika engkau mati hari ini kemanakah engkau ?
Kata kunci dalam teks ini adalah kata “percaya” artinya mempercayakan hidup kepada Yesus (Ilustrasi : Seorang kakek tua yang memikul bebannya di atas kereta api)

Pokok penting dalam kelahiran kembali ialah pertobatan (ay.1)
Banyak orang yang dapat berkata aku orang Kristen, aku sudah Kristen dari nenek moyangku, aku sudah percaya Yesus, aku sudah aktif dalam gereja, persekutuan dan lain-lain. Semua itu baik, tetapi tidak ada artinya jika kita tidak bertobat sungguh-sungguh). Dalam teks ini dosa itu digambarkan sebagai sesuatu yang kotor, yang menjijikkan, sehingga harus dibuang. Pemahaman Alkitab tentang dosa dengan pemahaman manusia pada umumnya (termasuk kita) sangat berbeda, manusia menganggap dosa itu sebagai sesuatu yang sangat mengasyikkan, memuaskan, manis dan yang serba wah….. Ini memang strategi Iblis, sehingga manusia sulit untuk berbalik atau membuang setiap kebiasaan kotor yang dilihatnya sebagai sesuatu yang indah

Bukankah Alkitab berkata, bahwa ilah jaman ini telah membutakan iman orang percaya?
Orang-orang percaya di perantauan, yang mengaku sebagai orang percaya,tetapi mereka masih berlaku seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, mereka membalas kejahatan dengan kejahatan, menderita karena dosa, mati sakit bukan mati sahid, tidak taat terhadap pemerintah, hidup dikuasai hawa nafsu dll.


2. Kita harus bertumbuh (ay.2)

Langkah ini tidak boleh dibalik, Karena pertumbuhan hanya akan terjadi bagi orang yang telah dilahirkan.(benda mati, biar disimpan berapa lama,) tidak akan pernah dapat bertumbuh. Tidak ada pertumbuhan tanpa diawali dengan kelahiran. Usia kita ditentukan kapan kita lahir, tetapi usia kita juga ditentukan bagaimana kita bertumbuh, apakah pertumbuhan kita normal? Pertumbuhan tidak lepas dari apa yang kita makan dan bagaimana cara hidup kita . (keponakan saya tinggi2). Kira-kira berapa usia kita>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>? Kalau kita hanya makan senin –kamis, atau kalau kita makan yang kotor dan tidak bergiji, kira-kira bagaimana pertumbuhan kita?
Dalam Alkitab banyak cara yang dipakai untuk menggambarkan pertumbuhan orang percaya. Salah satu dari antaranya ialah pertumbuhan orang percaya digambarkan seperti sebatang ranting yang menempel kepada Pokok (Yoh.15). satu ranting tidak dapat hidup dari dirinya sendiri, dia hanya dapat hidup jika terus menempel kepada pokok itu.

Dalam teks, kita pertumbuhan seseorang ditentukan oleh makanan yang sehat. Makanan sehat >>>>>> makanan yang bergiji, makanan yang sesuai dengan tahap pertumbuhan kita (dipakai istilah susu yang murni dan bersih = bayi yang sehat)
Jemaat Korintus adalah salah satu contoh jemaat yang kerdil, artinya jemaat yang lambat untuk bertumbuh, usia mereka tidak sesuai dengan masa pertumbuhan
Apakah yang harus kita makan supaya kita dapat bertumbuh? Jawab: Firman Allah, firman Allah memberikan gizi yang kita perlukan, firman Allah membersihkan kita, firman Allah memberikan kita kekuatan, sehingga tidak ada pertumbuhan tanpa firman Allah
Pada sisi yang lain, kehidupan orang Kristen yang digambarkan sebagai batu hidup dapat bertumbuh, jika segala sesuatu yang menghambat, merusak pertumbuhan itu dibersihkan.
Sekuat apapun kita, jika kita membiarkan segala bentuk bakteri yang dapat menghambat petumbuhan kita, maka kita pada akhirnya akan hancur.
Saudara pernah melihat batu besar yang lama kelamaan hancur karena apa? Mungkin karena percikan air yang kelihatannya sangat lemah, atau lumut yang kelihatannya kecil tetapi pada akhirnya mampu memecahkan batu itu.
Kehidupan kekristenan kita tidak ada yang imun atau kebal terhadap dosa yang mungkin kelihatan sangat kecil dan sepele.
Semua kotoran yang mengganggu kehidupan kita harus dibersihkan


Kesimpulan : Apakah kita sudah termasuk orang-orang yang telah percaya kepada Yesus, dan kita telah berdiri di atas batu karang itu? Atau kita termasuk orang-orang yang membuangnya atau menolaknya ? Jawaban atas pertanyaan ini hanya akan membawa kita kepada dua kemungkinan, kita akan memperoleh hidup yang kekal atau kita akan binasa.

Wednesday, March 12, 2008

From Glory to Glory

Dari Kemuliaan kepada Kemuliaan
Daniel 1-12.
-DaVe-
Intro.
Dalam kitab Daniel ini kita menyimak mengenai kehidupan Daniel yang masih muda. Karier Daniel meningkat mulai dari status seorang buangan hingga pejabat tinggi Babel.. Kalau dilihat dari Kitab Daniel 1 hingga Daniel 11, kemuliaan raja-raja Babel malah makin hari makin naik-turun, terlibat dalam banyak peperangan, namun Daniel tetap jaya. Daniel mendapat perlindungan khusus dari Allah. Daniel merupakan nabi dalam PL yang amat berbeda dengan nabi lain. Ia adalah seorang nabi yang setia sampai akhir.
Bukan sesuatu hal yang mudah bagi Daniel untuk mengalami kemuliaan demi kemuliaan. Daniel harus berjuang dengan keras di lingkungan yang tidak bersahabat. Namun Daniel memiliki filsafat atau faham yang membuatnya selalu maju terus dalam Tuhan dan dalam kariernya.
Berbeda dengan kehidupan anak-anak muda di jaman akhir ini, banyak diantara mereka tidak memiliki hidup yang meningkat, banyak yang hancur hidupnya ketika memasuki umur 20 tahun. Mereka jatuh kedalam narkoba, prostitusi, dan kriminalitas. Mereka menikmati hidup enak hanya sementara, tapi akhir hidupnya tragis. Amsal mengatakan: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.
Pada saat ini kita ingin mengetahui bagaimana kehidupan Daniel ini begitu luar biasa. Ia memulai hidup kemudaannya dengan kemuliaan dan mengakhirinya dengan kemuliaan. Siapakah Daniel itu ? Dan apa yang dilakukannya sehingga ia berhasil ?
1. Daniel adalah seorang yang dikasihi Tuhan (Daniel 10:11).
Malaikat Tuhan mengatakan: “Daniel engkau orang yang dikasihi”. “You are highly esteemed”, artinya highly valued of treasure, harta benda yang berharga, harta kesayangan dari pada Allah. Sebagai harta kesayangan ia mestiu dijaga dan dilindungi oleh Tuhan. Tuhan sangat memberkati Daniel. Ia bukan menjadi anak kesayangan orang-orang di sekitarnya, tapi anak kesayangan dari pada Allah. Namanya Anak Kesayangan, pasti dimanjakan oleh Allah.
Saudara, apakah anda menjadi anak kesayangan orangtua, belum tentu menjadi anak kesayangan dari pada Allah. Karena begitu disayangi orangtua, akhirnya saudara jatuh kedalam dosa. Apa yang saudara minta diberi, akhirnya saudara tidak memuliakan Allah.

2. Daniel adalah seorang yang mempertahankan kekudusan hidup (Daniel 1:8-9).
Ia tidak menjual kekudusan dengan materi (Makanan, jabatan, perempuan-perempuan cantik, emas, perak dll.). Pada jaman Daniel hal-hal seperti ini sangat dikejar oleh masyarakat Babel, tetapi Daniel mengejar kekudusan hidup.
(Daniel 1) Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa yang dimakan, apa yang dimiliki, apa yang ditawarkan, tetapi apa yang disembah. (bukan We are what we eat, and what we have, but We are what we worship).
Daniel seorang yang menyembah kepada Allah yang hidup dan kudus, dan mempertahankan kekudusan Allah dalam dirinya sehingga Allah mengaruniakan kasih dan sayang kepadanya (Daniel 1:8-9). Sehingga ia 10 kali lebih cerdas dari orang pintar dan Daniel memenangkan kontes kecantikan (Danile 1:14-20).
“Segala kemuliaan ini akan kuberikan kepadamu kalau engkau sujud menyembah aku” (Matius 4:8-9). Tawaran-tawaran dunia membuat banyak anak-anak Tuhan tidak dapat mempertahankan kekudusan mereka.
Aplikasi: Apakah saudara selalu mau mempertahankan kekudusan hidup ?.
Apakah anda menjaga kekudusan kalau ujian, apakah anda takut kalau menjaga kekudusan Allah anda akan menjadi bodoh ? Apakah engkau takut akan kurang disenangi teman kalau menjaga kekudusan Allah ? Mazmur 119:9, 11.
2. Daniel adalah seorang yang lebih menghormati Allah dari pada manusia (Daniel 5:17-29).
Ia tidak takut kepada raja sekalipun.
Ia berani memberitakan kebenaran kepada raja Nebukadnezar dan Belsyasar walaupun berita kebenaran itu adalah berita buruk bagi raja. Artinya ia tidak memutarbalikkan kebenaran. “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.
(Daniel 1) Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa yang dinilai oleh manusia, tetapi apa yang dinilai oleh Allah (bukan We are what we judge, tetapi we are what God judge). Oleh sebab itu ia lebih menghormati Allah dari pada manusia. Prioritas Daniel adalah Allah, bukan manusia.
Nama “Daniel” berarti “God is Judge”.
Daniel memberikan dirinya dinilai oleh Allah bukan oleh manusia. Ia dididik selama 3 tahun dalam budaya Babel, makanan dan minuman Babel, tetapi itu tidak merubah paradigmanya. Justru Daniel mempertahankan budaya surgawi. Dia memilih menjadi seorang vegetarian dari pada makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Ia memberikan dirinya dinilai oleh Allah.
Aplikasi: Banyak anak Tuhan lebih senang penilaian orang lain daripada dinilai oleh Allah. Orang menilai seringkali dilandasi dengan materi, dll. Nilai manusia tidak lagi memiliki nilai.
Karena orang lain menilai maka anak-anak Tuhan mengikuti figure orang lain, bukan figure Yesus.
3. Daniel adalah seorang yang tidak mengandalkan kemampuannya tapi kemampuan dari Allah, sebab itu ia memiliki roh yang luar biasa (Daniel 5:10-12; Daniel 2:27-30).
(Daniel 1) Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa SDMnya tetapi berdasarkan apa SDInya (bukan we are what we think, tapi we are what we believe).
Walaupun ia seorang yang cerdas, tapi ia selalu mengandalkan Tuhan dan kemudian kecerdasannya ia gunakan untuk Tuhan. Oleh sebab itu Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa yang dipahami manusia, tetapi apa yang dipahami Allah (bukan We are what we are, tetapi we are what God is) (Daniel 2). Daniel percaya bahwa Allah memiliki kuasa yang mustahil.
Daniel memiliki keseimbangan dalam hidup iman dan ilmunya. Sehingga ia dapat memanfaatkan kecerdasannya untuk Tuhan.
Aplikasi: Makin tinggi cita-cita kita, makin tinggi pengetahuan dapat dicapai, tapi iman jauh lebih tinggi dari gunung dan lebih dalam dari lautan. Kalau cita-cita tercapai, gunakanlah untu kemuliaan nama Allah. Ada banyak anak muda yang cerdas, berkarisma di jaman ini, tapi mereka menggunakan kelebihan itu bukan untuk Tuhan, tapi untuk setan. Jangan biarkan setan memakai keahlian saudara.
4. Daniel adalah seorang yang memiliki penyerahan hidup yang luar biasa, dan seorang yang penuh Roh Kudus (Daniel 3:16-18).
Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa yang diinginkan orang lain, tetapi apa yang diinginkan Allah (bukan We are what we want, tetapi we are what God wants).
Rencana Allah berbeda dengan rencana manusia, Allah berkuasa melakukan segala sesuatu. Oleh sebab itu ia menyerahkan semuanya kedalam tangan Tuhan, membiarkan Tuhan bertindak di masa-masa sulit dan tetap mempercayai Allah walaupun seolah-oleh Tuhan tidak mendengar (Daniel 3:17-18). Daniel telah menyerahkan hidupnya sejak ia masih muda sekali, hidupnya sepenuhnya bagi Kristus.
Aplikasi:
Banyak anak muda sejak masa muda tidak menyerahkannya kepada Allah, tetapi kepada iblis, dunia. Ia jatuh dalam pelukan roh-roh jahat. Ia dimiliki oleh pribadi lain yang membawanya jauh dari Allah danrencana Allah.
7. Daniel adalah seorang yang rendah hati.
Ketiga temannya tetap ada bersama dia, tidak disingkirkannya atau takut kalau temannya menyaingi dia. Bagi Daniel hidup adalah perlombaan, tapi berlomba untuk menghadapi musuh-musuh iman dan bukan sesama seiman. Mereka berlomba-lomba untuk mengasihi Tuhan, mereka bangga karena mengasihi Tuhan (Daniel 6:11-12).
Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa kebesarannya, tetapi apa kerendahan hatinya (bukan We are what we have, tetapi we are what we don’t have).
Kerendahan hatinya membuat mereka dapat bersekutu dan saling mendukung dengan baik. Kerendahan hati Daniel adalah kunci kepada kemenangan dalam perlombaan rohani. Karena kerendahan hatinya ia dapat saling mendukung, menegur, menasehati, dan bersatu.
Aplikasi: Apakah anda sesama seiman selalu berusaha saling kompetisi dan ingin menjadi yang lebih baik dari yang lain. Daniel berlomba-lomba bukan untuk jabatan, tapi berlomba-lomba bersama untuk meningkatkan iman. Ia tidak berlomba dengan teman-temannya tapi untuk menghadapi tantangan.
5. Daniel adalah seorang visioner, melihat ke depan dengan kaca mata Allah, Daniel menilai apa kata Tuhan.
(Daniel 7-11) Kehidupan Daniel bukan berdasarkan apa di belakangnya, tetapi `apa yang jauh ke depan yaitu harapan. (bukan We are what have, tetapi we are what we see).
Daniel seorang pemuda yang memiliki visi untuk melihat masa depan. Ia memiliki cita-cita dan kerinduan bersama Tuhan. Daniel tidak merasa bosan dengan hidupnya di tanah orang karena ia mempunyai visi dan masa depan. Alkitab berkata: “Without vision my people perish”, tanpa visi umatku binasa.
Aplikasi: Banyak anak muda yang hidupnya tidak menentu. Ia tidak mempunyai arah dan tujuan hidup yang hendak dicapainya. Tidaklah heran banyak anak muda menjadi bosan hidup, keindahan dan kenikmatan dunia tidak memuaskan hati mereka sehingga banyak yang bunuh diri, lari ke narkoba, jadi tukang ngamen di jalan-jalan. Ini hidup yang muda tapi tidak berguna.
Teladanilah Daniel, “Life is excited”. Ia tidak bosan hidup, ia bermasa depan bersama Tuhan.
Kesimpulan.
Marilah kita berusaha untuk meneladani Daniel, sehingga menjadi anak kesayangan atau harta kesayangan Allah yang selalu hidup memuliakan Tuhan, maju dalam karier, dan maju dalam iman.
Gunakan masa muda kita untuk Kristus.

Pelayanan Di Bangun Atas Dasar Cinta Akan TUHAN

Pelayanan di bangun atas dasar cinta akan Tuhan
Oleh : David Kandar. S.Th

Mazmur 84:2-3 dan 11
"Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN,
Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada
seribu hari di tempat lain;
lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."

“Tidak pernah sekali pun aku meragukan panggilan Tuhan dalam hidupku ini.
Tidak pernah sekalipun dibenakku ada pemikiran bahwa nanti aku akan meninggalkan panggilan pelayanan ini”
-Author-
Banyak orang membangun pelayanan atas dasar “aku ingin melayani saja” tanpa tujuan dan dasar yang jelas. Tapi seharusnya pelayanan dibangun atas dasar cinta akan Tuhan. Karena Tuhan tahu hati pelayanan yang dilandasi dengan cinta.
Mungkin kita satu-satunya orang yang memberikan “kado”. Tetapi kita memberikan “kado” dengan di dalamnya ada tulisan “with love”. Masalahnya bukan terletak pada kadonya, tetapi tulisan “with love” tersebut. Sebagian orang beranggapan bahwa kado adalah hanya sebuah kado. Tetapi bagi yang lain, kado yang sangat special itu yang akan selalu dikenang, karena di dalamnya mengandung sejuta perhatian. Sejuta perhatian yang diwakili dengan kata “with love”. Kado seperti inilah yang dipersembahkan kepada Tuhan. Kado yang didalamnya tertera “with love”.
Banyak orang mengandalkan pelayanan hanya “just pelayanan” tanpa tujuan dan dasar yang jelas, atau lebih parah lagi hanya ikut-ikutan, tetapi bukan dengan cinta. Mereka mempunyai kado yang diberikan tetapi tanpa tertera “with love” sebagai ungkapan yang bisa selalu dikenang dan sebagai suatu ungkapan ketulusan “with love”.
Siapa yang dengan ketulusan dapat mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan, mempersembahkan pelayanan untuk Tuhan? Banyak orang mempersembahkan sesuatu, bahkan pelayanan untuk Tuhan dengan menggerutu. Banyak orang mempersembahkan hidupnya dengan setengah hati. Mengapa? karena mereka tidak mendasari hidupnya berdasarkan “with love”.
“With love” dapat ada karena pertama-tama adalah berasal dari “His Love” (Kasih-cintaNYa). CintaNya kepada kita yang membuat kita mempunyai “with love” untuk melayaniNya, mempersembahkan hidup kita bagi DIA, tanpa “His Love” mustahil ada “with love” dalam diri kita, dalam pelayanan kita.
Dalam Lukas 7:37-38
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa,
Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang
Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu
Membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan
rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak
wangi itu.
Dikisahkan Tuhan Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Tiba-tiba masuklah seorang wanita berdosa ke dalam ruangan itu sambil menangis di kaki Yesus. Ia membasuh kaki Yesus dengan air matanya, kemudian menyekanya dengan rambutnya. Dan ternyata Tuhan tidak memandangnya sebagai tindakan emosional belaka. Meskipun apa yang wanita itu lakukan juga melibatkan banyak emosi di dalamnya.
Tuhan justru memuji dia dan berkata kepada Simon : Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. (Lukas 7:44)
Apa yang dibuat wanita itu akan dikenang sepanjang masa. Tanpa disadari , memang apa yang wanita itu lakukan dicatat oleh para penulis Injil. Saya percaya wanita ini melakukan karena Roh Kudus menginspirasikannya. Dengan kata-kata “Apa yang diperbuatnya akan dikenang sepanjang masa”. Sejak hari itu juga pelacur itu menjadi anak-Nya.
Di mana letak perbedaannya? Apa beda hubungan Yesus dengan Simon dan Yesus dengan wanita itu? kedua-duanya berkomitmen kepada Yesus, dua-duanya mengenal Yesus, dua-duanya anak Yesus, dua-duanya anak Tuhan.
Tetapi yang satu tidak hanya mengasihi Tuhan tetapi cinta kepada Tuhan, hubungannya dengan Yesus diwarnai dengan cinta yang sangat mendalam. Cinta itulah yang dimiliki wanita itu. Cinta itulah yang seharusnya dimiliki dalam pelayanan.
Cinta yang dibangun membuat pelayanan lebih nyata. Cinta yang membuat Daud berkata “My Soul follows haed after thee!” Suatu cinta yang mempunyai keintiman kepada Tuhan, pencarian yang sungguh-sungguh terhadap Tuhan. Suatu kedekatan yang sulit dijabarkan dengan kata-kata. Dalam pelayanan dimanapun dan kapan pun ingat “Lord, How I love You?” “Lord I need You”
My Heavenly Father, only You I praise
I know I’m not alone again
My heavenly Father, thanks for Your love and care
I feel the peace and feel the warmth in Your hand
I’m not alone again, not alone again
Father is with me wherever I’ll be
I love You, Father….I love You Father….
I love You Father… My King